Belajar Seru dan Menyenangkan – Bagian 2

Terima kasih telah mengunjungi web kami pendidikanananda.com

Anak Hebat berkualitas adalah jaminan masa depan orang tua

dan Indonesia

Dalam Artikel Sebelumnya:

Tolak ukur keberhasilan sebuah proses pendidikan adalah anak-anak yang yang memiliki sopan santun etika dan tata krama (Anak Hebat), kemudian anak produktif dan mandiri (Anak berkualitas).

Untuk menghasilkan anak yang hebat berkualitas, maka dibutuhkan juga proses belajar yang hebat dan berkualitas pula.

Belajar itu haruslah seru dan menyenangkan.  waktu belajar tidak perlu terlalu lama, tetapi berkualitas.

Berikut ini contoh belajar seru dan menyenangkan yang lain:

Soft Outbond – CHOCOBO RACING Sekolah Kepribadian Tata Krama

Peserta berlomba membangun maket kebun binatang

peserta menyelesaikan teka teki (matematika) dari panitia agar bisa menemukan perangkat maket dan petunjuk selanjutnya.

Peserta sedang berlomba menyelesaikan soal matematika dari panitia

Peserta sedang membuat maket kebun binatang

Horeee.!! maketnya sudah jadi

Peserta mendapat hadiah atas kerja keras dan kerjasama timnya

Peserta berlatih tembak menggunakan air softgun

untuk melatih fokus

Mbak Naya salah satu peserta kegirangan karena berhasil menembak sasaran dengan tepat

Tolak ukur proses belajar berhasil, siswa berkembang setelah belajar. Motivasi belajar meningkat, fokus belajar meningkat, dan pemahaman bertambah.

Apabila bisa menempuh proses belajar yang seru dan menyenangkan, mengapa harus belajar yang jenuh dan membosankan?

Siswa-siswa yang telah mengikuti kegiatan-kegiatan ini mengalami peningkatan dalam prestasi akademik dan kemandirian di rumah.

Pada artikel berikutnya, kami akan mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah mulai masuk ke e mail kami…

by: VIki Mukadar

Kunjungi juga kami di Facebook:

@xkanopi dan @tangkasmandiri

Punya pertanyaan? silahkan kirimkan pertanyaan anda ke xkanopie@gmail.com

Menurut anda artikel kami menarik? jangan lupa share, comment dan subscribe yah… ūüôā

Belajar Seru dan Menyenangkan – Bagian 1

Terima kasih telah mengunjungi Web Kami Pendidikanananda.com

Anak Hebat berkualitas adalah Jaminan masa depan Orang tua,

dan masa Depan Indonesia.

Telah dibahas pada artikel sebelumnya:

Anak hebat adalah anak yang memiliki etika dan tata krama yang tinggi. Pintar menghargai dan menghormati orang lain terutama orang tua. Anak yang pintar berterima kasih dan membalas jasa.

Anak berkualitas adalah anak yang produktif dan mandiri. Pintar berkarya, pintar bekerja dan mencari uang sendiri.

Anak Hebat berkualitas adalah anak mandiri yang santun.

Kami pisahkan antara hebat dan berkualitas, karena kasus di lapangan:

  1. Ada banyak anak yang santun dan baik tapi tidak mandiri dan produktif. akhirnya tidak bisa menolong siapapun termasuk dirinya sendiri.
  2. Ada banyak anak yang mandiri dan produktif tapi tidak santun dan lupa dengan orang tua mereka sendiri. Mereka bekerja dan memperkaya dirinya sendiri tanpa membahagiakan orang tua dan orang lain.

Anak Hebat Berkualitas adalah HASIL dari PROSES belajar yang BERKUALITAS.

KUALITAS belajar lebih penting daripada KUANTITAS belajar.

Belajar berkualitas itu adalah:

  1. Waktu belajar tidak terlalu lama (60-90 menit)
  2. Belajarnya  seru dan menyenangkan.

Seperti apakah belajar yang seru dan menyenangkan itu?

Kami akan coba tampilkan gambar belajar seru dan menyenangkan:

SOFT OUTBOND – BATTLE GROUND sekolah kepribadian Tata Krama

Peserta mengumpulkan sampah organik dan anorganik

untuk mendapatkan Kupon Senjata dan bagian Benteng

  

Peserta menukarkan kupon dengan bagian benteng

Peserta membangun benteng mereka

Perang mempertahankan benteng dan menjatuhkan benteng lawan pun dimulai

     Dalam 90 menit peserta mempelajari:

  1. melatih kemampuan untuk mengikuti instruksi
  2. Problem solving dan decision making (management)
  3. Komunikasi dan kerja sama tim, rukun dan saling menghargai (PPKN)
  4. Kepemimpinan (leadership)
  5. Membaca peta dan arah (IPS)
  6. Membedakan sampah organik dan anorganik (IPA)
  7. Menyelesaikan Petunjuk (Matematika)
  8. Motorik Kasar dengan lari keliling-keliling (Olah Raga)

Syukurlah kebanyakan orang tua sangat menyukai kegiatan kami ini, karena anak mengalami peningkatan motivasi belajar dan fokus belajar. ditambah lagi, setelah kegiatan anak biasanya tidur sangat nyenyak (karena capek).

Pingin tahu lebih banyak lagi contoh belajar seru menyenangkan?

Akan kami tampilkan lagi pada artikel selanjutnya…

By: Yeni Anggraeni

Kunjungi juga kami di Facebook:

@xkanopi dan @tangkasmandiri

Punya pertanyaan? Hubungi kami di xkanopie@gmail.com

 

Pendidikan Anak Hebat Berkualitas

Terima kasih telah mengunjungi Web Kami Pendidikanananda.com

Anak Hebat berkualitas adalah Jaminan masa depan Orang tua,

dan masa Depan Indonesia.

Telah dibahas pada artikel sebelumnya:

Anak hebat adalah anak yang memiliki etika dan tata krama yang tinggi. Pintar menghargai dan menghormati orang lain terutama orang tua. Anak yang pintar berterima kasih dan membalas jasa.

Anak berkualitas adalah anak yang produktif dan mandiri. Pintar berkarya, pintar bekerja dan mencari uang sendiri.

Anak Hebat berkualitas adalah anak mandiri yang santun.

Kami pisahkan antara hebat dan berkualitas, karena kasus di lapangan:

  1. Ada banyak anak yang santun dan baik tapi tidak mandiri dan produktif. akhirnya tidak bisa menolong siapapun termasuk dirinya sendiri.
  2. Ada banyak anak yang mandiri dan produktif tapi tidak santun dan lupa dengan orang tua mereka sendiri. Mereka bekerja dan memperkaya dirinya sendiri tanpa membahagiakan orang tua dan orang lain.

Anak Hebat Berkualitas adalah HASIL dari PROSES belajar yang BERKUALITAS.

KUALITAS belajar lebih penting daripada KUANTITAS belajar.

Sebanyak apapun waktu belajar tidak akan memberikan dampak yang maksimal apabila tanpa didampingi oleh Kualitas yang bagus. sebaliknya, waktu belajar yang hanya sedikit tapi berkualitas, akan memberikan dampak yang maksimal.

Belajar hanya sebentar, tetapi seru dan menyenangkan sangat lebih baik daripada belajar yang lama dan membosankan.

Kami telah membuktikan sendiri, 1 jam belajar berkualitas seru dan menyenangkan jauh lebih baik daripada 30 hari belajar yang tidak berkualitas.

Belajar berkualitas itu adalah:

  1. Waktu belajar tidak terlalu lama (60-90 menit)
  2. Belajarnya  seru dan menyenangkan.

Tim kami telah mengadakan penelitan lebih dari 15 tahun dan akhirnya bisa membuktikan bahwa 1 jam belajar yang seru dan menyenangkan dapat membangun etika dan produktifitas ananda.

perlahan tapi pasti, ananda akhirnya memiliki etika dan tata krama yang tinggi, juga memiliki karya dan prestasi. Akhirnya mandiri dan santun.

kami juga sudah membuktikan banyak anak telah menghabiskan waktu belajar selama bertahun-tahun tapi tidak memiliki sopan santun dan tidak produktif.

Akhirnya tidak mandiri, uang jajan, uang bensin, uang pulsa masih minta sama orang tua tetapi kurang ajar sama orang tua dan orang lain. (contohnya banyak di sekitar kita).

Ok deh… seperti apakah Belajar yang Seru dan menyenangkan itu?

Ikuti terus yah… Artikel kami yang selanjutnya…

by: Viki Mukadar

Kunjungi juga kami di Facebook:

@xkanopi dan @tangkasmandiri

Punya pertanyaan? hubungi kami di xkanopie@gmail.com

Oh iya, kalau pembaca kreatif tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Rahasia Pola Pendidikan Anak Hebat dan Berkualitas, silahkan beli bukunya seharga Rp 90 ribu (tebal 200 halaman) dan dapatkan 3 hadiah menarik.

Beli buku ini sekarang dan dapatkan 3 Hadiah menarik:

  1. Voucher Soft Outbond untuk putra anda (untuk TK, SD, SMP dan SMA)
  2. Voucher Seminar Parenting untuk orang tua, pembicara Penulis Buku
  3. Voucher Konsultasi anak Gratis durasi 20 menit

(Promosi berlangsung sampai Bulan Juli 2017)

Pemesanan dapat menghubungi e mail kami di xkanopie@gmail.com

Atau wa di 081 705 00 705

Continue reading Pendidikan Anak Hebat Berkualitas

Anak Hebat Berkualitas

Anak Hebat berkualitas adalah jaminan masa depan oran tua.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Anak hebat adalah anak yang dapat menghargai dan menghormati siapapun terutama orang tuanya. Anak yang pintar berterima kasih dan membalas jasa kepada siapapun terutama kepada orang tuanya.

Anak Berkualitas adalah anak yang produktif dan mandiri. Bisa menghasilkan karya yang bermanfaat sehingga bisa mandiri. Bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dan mandiri biasa dikenal juga dengan istilah ‘BEKERJA’. bekerja bisa ikut dengan orang lain atau menjadi pengusaha.

Anak Hebat belum tentu berkualitas, anak berkualitas juga belum tentu hebat.

Ada anak yang Hebat, pintar menghormati dan menghargai orang lain tetapi tidak berkualitas. Tidak produktif dan tidak mandiri, tidak bisa menopang dirinya sendiri.

Ada anak yang Berkualitas, pintar bekerja mencari uang dan sangat mandiri tetapi tidak Hebat, sikap dan perilakunya tidak sopan dan tidak bisa menghargai siapapun termasuk orang tuanya.

Menurut Penulis, ‘Hebat’ dan ‘berkualitas’ adalah dua TOLAK UKUR KESUKSESAN PENDIDIKAN, mereka adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Tujuan Utama pendidikan adalah mencetak anak-anak yang pintar berterima kasih dan membalas jasa orang tua, masyarakat, bangsa dan negaranya. kemudian pintar bekerja sehingga bisa menopang dirinya sendiri, keluarganya dan masyarakat.

Penulis menilai pendidikan di Indonesia saat ini terlalu abstrak dan tidak memiliki tujuan yang konkret, pasti dan terukur. oleh karena itu penulis menentukan ukuran pendidikan yang berhasil.

Tolak ukur yang digunakan oleh penulis telah dibuktikan berkali-kali dilapangan dan berhasil membuahkan hasil yang diharapkan. Anak-anak yang dibina dan diarahkan oleh penulis bisa menjadi pintar berterima kasih dan membalas jasa (Hebat), juga produktif dan mandiri (Berkualitas).

Sebaliknya, Penulis mengamati banyak sekali lulusan Sekolah dan Universitas yang tidak bisa berterima kasih dan membalas jasa kepada orang tua, mereka juga tidak produktif dan tidak mandiri.

Akhirnya penulis mempertanyakan STANDAR (UKURAN) KEBERHASILAN dari lulusan-lulusan tersebut.

‘PARASIT’ atau ‘BEBAN’ adalah julukan yang dapat mendeskripsikan dan menggambarkan kondisi mereka.

Penulis bingung dan heran sambil bertanya-tanya, “untuk apa menghabiskan begitu banyak uang dan begitu banyak waktu? kalau pada akhirnya hanya menjadi beban orang tua dan masyarakat?”

Anak adalah Investasi orang tua, Investasi bisa berhasil, bisa juga gagal.

Anak Hebat Berkualitas adalah Investasi yang berhasil dan menjadi jaminan orang tua di hari tuanya.

Anak yang kurang ajar dan manja adalah investasi yang gagal dan akan menjadi beban dan mimpi buruk orang tua di masa tuanya.

Nah, penulis memiliki pengalaman dalam mencetak anak hebat berkualitas. Seperti apakah Tips-tips dan rahasia dalam mencetak anak Hebat Berkualitas?

Tips Nomor satu: Anak Hebat berkualitas adalah hasil dari proses belajar yang berkualitas.

Sebanyak apapun waktu belajar tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak berkualitas.

Seperti apakah proses belajar yang berkualitas itu?

ikuti terus Artikel kami yang selanjutnya….

Kami sampaikan banyak terima kasih atas kunjungan anda di web kami yang sederhana ini.

pendidikanananda.com.

Author by: Yeni F. Anggreini.

Kunjungi juga kami di Facebook:

@xkanopi dan @tangkasmandiri

punya pertanyaan? hubungi kami di xkanopie@gmail.com

Menurut anda artikel kami menarik? jangan lupa share, comment dan subscribe yah…

Anak Berkualitas

Anak Hebat Berkualitas adalah jaminan Masa Depan Orang Tua.

Siapakah Anak Hebat? dan Berkualitas itu?

Tolak Ukur seorang anak dikatakan berkualitas itu adalah ketika seorang anak mampu “Menghasilkan suatu karya yang bermanfaat” untuk dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan di sekitarnya.

Dengan bahasa yang lebih sederhana: Produktif.

Anak berkualitas adalah anak yang produktif dan mandiri.

Anak yang memiliki banyak karya dan prestasi yang bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Usia produktif dimulai dari usia 15 tahun. Penelitian yang kami lakukan memberikan data: semakin jauh dari usia 15 tahun tapi seorang anak belum dibiasakan untuk produktif (bekerja/berkarya), mereka akan semakin malas dan tidak mau susah. Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya angka pengangguran di Indonesia. Usia di atas 25 tahun namun belum produktif, belum punya karya apapun dan masih menganggur.

Anak-anak yang tidak produktif cenderung akan Konsumtif.

Mereka tidak bisa menghasilkan karya apapun dan sukanya MENGHABISKAN apapun yang ada di dekatnya. Mereka tidak pernah puas dan selalu merasa kurang.

Mereka tidak bisa bekerja, tapi bisanya hanya mengeluh dan menuntut. Minta disuapi terus, tidak mau susah maunya senang terus.

Lho? Jadi anak yang produktif dan Mandiri disebut ‘ANAK BERKUALITAS?’

Benar… karena apabila mereka produktif dan mandiri mereka bisa MENOPANG diri mereka sendiri, hal ini sangat membantu orang tua yang telah berusaha sekuat tenaga membesarkan mereka.

Anak yang TIDAK PRODUKTIF DAN TIDAK MANDIRI TIDAK BISA MENOPANG dirinya sendiri.

Anak yang tidak produktif dan konsumtif akan menjadi parasit atau beban di manapun mereka berada. mereka akan menjadi parasit di keluarganya sendiri, mereka akan menjadi parasit di tempat kerjanya, mereka akan menjadi parasit di masyarakat dan terakhir mereka akan menjadi beban bagi negaranya.

Dari data penelitian di lapangan, penulis menjadikan Produktif dan mandiri sebagai TOLAK UKUR KEBERHASILAN PENDIDIKAN NOMOR 2 setelah Etika dan Tata Krama.

Karena menurut penulis, percuma kuliah tinggi-tinggi, kalau pada akhirnya tidak Produktif dan Mandiri. Tidak bisa menopang dirinya sendiri dan keluarganya kelak, hanya akan menjadi beban bagi orang tua dan masyarakat.

Hal ini terjadi banyak di masyarakat saat ini, lulusan S1 dan S2 yang menganggur dan tidak bekerja. Dan banyak di antara mereka juga tidak memiliki etika dan tata krama.

Nah, bagaimana caranya agar anak menjadi Berkualitas? menjadi Produktif dan tidak konsumtif?

ikuti terus bahasan artikel kami yang selanjutnya yah…

Kami sampaikan banyak terima kasih atas kunjungan anda di web kami yang sederhana ini.

pendidikanananda.com.

Author by: Yeni F. Anggreini

Dapatkan 3 Voucher menarik hanya dengan pembelian Buku Seharga Rp 90.000,- (belum termasuk Ongkos Kirim)

3 Voucher hadiah dari tiap pembelian buku di atas:

  1. Voucher Soft Outbond untuk anak-anak
  2. Voucher Seminar Parenting bersama penulis buku
  3. Voucher konsultasi anak bersama penulis (durasi 20 menit)

(Promosi hanya berlaku sebelum Juli 2017)

KHUSUS PEMBELI kota Malang Kota Gratis Ongkos Kirim

Pemesanan dapat melalui wa: 081 705 00 705

atau e mail ke : xkanopie@gmail.com

Kunjungi juga kami di Facebook

@xkanopi dan @tangkasmandiri

Menurut anda artikel kami menarik? jangan lupa share, comment dan subscribe yah…

Anak Hebat

Anak Hebat Berkualitas adalah jaminan Masa Depan Orang Tua.

Siapakah Anak Hebat? dan Berkualitas itu?

Tolak Ukur seorang anak dikatakan Hebat apabila mereka mampu menghormati dan menghargai orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Mereka mampu berterima kasih dan membalas jasa kepada semua pihak yang pernah berjasa kepada mereka.

Mereka adalah anak-anak dengan Etika dan Tata Krama yang tinggi.

Anak yang pintar berterima kasih dan membalas jasa akan menjadi Investasi yang tidak ternilai di masa tua kita.

mobil dan rumah mewah tidak dapat merawat kita ketika kita tua renta dan sakit. mobil dan rumah mewah hanya dapat dijual, dan dananya digunakan untuk membiayai perawatan kita. Tapi anak-anak yang pintar berterima kasih dan membalas jasa, akan merawat kita di hari tua kita. mereka akan mencari dana untuk membiayai biaya rumah sakit dan perawatan kita, mereka akan menjaga dan merawat kita hingga kita menghembuskan nafas terakhir…

Bahkan setelah kita tiada, mereka akan selalu datang ke makam kita untuk membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh. Mereka juga akan selalu mendoakan kita.

ETIKA TATA KRAMA

“Etika adalah kemampuan seseorang untuk menghargai dan menghormati orang lain atau lingkungan di sekitarnya”

“Tata Krama adalah kemampuan seseorang untuk berterima kasih dan membalas jasa kepada orang-orang yang berjasa kepada mereka”

Lho? Mengapa anak yang bisa berterima kasih dan membalas jasa (memiliki etika dan tata krama) disebut ‘ANAK HEBAT?’

Karena anak-anak yang TIDAK TAHU TERIMA KASIH dan TIDAK BISA MEMBALAS JASA sangat banyak/berserakan.

Anak-anak yang telah mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya, tetapi kemudian TIDAK TAHU TERIMA KASIH dan TIDAK BISA MEMBALAS JASA.

Contoh: lebih dari 2 juta orang tua menghabiskan masa tuanya di Panti Jompo di Amerika Serikat, lebih dari 2 juta anak membuang orang tuanya ke panti jompo di masa tua mereka.

Karena saat ini sangat sulit sekali menemukan Anak-anak yang bisa berterima kasih dan membalas jasa, mereka sudah menjadi MAKHLUK LANGKA dan terancam punah. Penulis memberikan Istilah ‘HEBAT’ kepada mereka. Kemudian Penulis mulai mengambil tindakan mencetak dan menghasilkan lebih banyak anak Hebat, agar bumi ini menjadi damai.

Menurut penulis, kemampuan anak dalam berterima kasih dan Membalas Jasa adalah TOLAK UKUR PERTAMA KEBERHASILAN PENDIDIKAN.

Untuk apa Anak Kuliah tinggi-tinggi kalau pada akhirnya tidak bisa berterima kasih dan membalas jasa Orang tuanya?

Anak Hebat = Anak yang memiliki etika dan sopan santun, pintar berterima kasih dan membalas jasa.

Nah, pertanyaannya… Bagaimana cara mencetak anak hebat? anak yang pintar berterima kasih dan membalas jasa? Apakah tolak ukur keberhasilan pendidikan yang berikutnya?

Temukan jawabannya dalam artikel kami yang berikutnya…

by: Viki Mukadar

Kami sampaikan banyak terima kasih atas kunjungan anda di web kami yang sederhana ini.

pendidikanananda.com.

Kunjungi juga kami di Facebook

@xkanopi dan @tangkasmandiri

hubungi kami di xkanopie@gmail.com

Menurut anda artikel kami menarik? jangan lupa share, comment dan subscribe yah…

Selamat Datang Para Pembaca Kreatif

Selamat datang di situs pendidikan resmi milik kami

pendidikanananda.com.

Dipersembahkan oleh X Kanopi Media dan Sekolah Sekolah Kepribadian Tata Krama.

Anak Hebat Berkualitas adalah Jaminan Masa Depan Orang Tua.

Anak-anak yang pintar dalam menjaga merawat orang tua di masa tua.

Anak Berkualitas adalah hasil dari “proses belajar yang berkualitas”

Proses belajar yang berkualitas adalah kreasi “Guru-guru Berkualitas”

Kebanyakan guru berkualitas kami temui justru bukan dari profesi “GURU” dan “DOSEN”, namun dari banyak profesi lain seperti pengusaha dan profesi mandiri lainnya. Mereka memilih untuk membagikan ilmunya karena panggilan jiwa, bukan karena upah. hal ini yang menjadikan mereka ‘Guru Berkualitas’.

Dapatkan informasi  seputar kegiatan, program dan tips-tips pendidikan Anak Hebat Berkualitas dari kami.

Dipersembahkan oleh X Kanopi Media dan Sekolah Kepribadian Tata Krama

Kunjungi juga kami di Facebook

@xkanopi dan @tangkasmandiri

punya pertanyaan? hubungi kami di xkanopie@gmail.com